Cerita Seks - Gara-gara cemburu dan curiga terhadap hubungan antara suamiku dan putri sulungku sendiri, yang kuanggap kelewat rapat dan dekat, hingga rasaku mereka ayah-anak perempuan sudah kayak sepasang kekasih yang sedang dilanda api asmara dan birahi nafsu saja, padahal putriku itu telah bersuami, dan memang suaminya yang pelaut jarang dirumah dan putriku pun belum punya anak. maka ketika putriku itu tiba2 hamil sedang suaminya sudah 6 bulan melaut, jelas aku jadi curiga, siapa ayah bayi dalam perut putriku itu? sedang tiap hari baik siang maupun malam, hanya suamiku atau ayah putriku yang berada dirumah itu….! jelas suamiku maupun putri sulungku membantah keras dan berani bersumpah segala. aku dan suamiku akhirnya pisah ranjang! dan malapetaka yang jauh lebih dahsyat pun menimpa diriku/keluargaku.
Sejak pisah ranjang akupun tidur sekamar dan seranjang dengan anak lakiku satu-satunya, yang masih remaja 15 tahun usianya. aku yang jelas seorang ibu yang sedang kesepian dan setiap malam dilanda nafsu birahi memuncak yang tidak kesampaian, gara-gara pisah ranjang dengan suami. tidur berdekatan dengan seorang anak muda remaja yang sedang dalam gejolak puber yang hebat! maka, aku yang melihat kemegahan batang kemaluan anak lelakiku yang berdiri tegak, besar, panjang dan mengerikan disetiap pagi harinya, sedang anak lelaki remajaku juga melihati, kadang dari belakang kepolosan tubuh putih montokku yang sedang tidur memunggunginya atau yang sedang berganti pakaian, malah kadang dari depan meski kututupi sebisaku tubuh putih montokku dengan kedua tanganku, kebagian tubuhku yang paling terlarang untuk dilihati oleh anak lelakiku yang masih remaja, yaitu buah dada putih montokku dan bagian daging kemaluanku yang ditumbuhi bulu hitam lebat yang indah dan pasti akan merangsang nafsu kaum lelaki yang melihatnya, tak terkecuali anak lelaki remajaku. hatiku pun terguncang hebat oleh situasi yang kuhadapi setiap harinya itu, aku nafsu!
pikiran kotor dan bejatku pun jadi timbul, terutama disaat aku
memeluk dan mendekap serta menciumi anak lelakiku itu! yang kulakukan
diatas ranjangku! apalagi anakku meski takut-takut tapi juga nekad
merabai dan menggerayangi tubuh putih montok yang nyaris telanjang milik
ibu kandungnya sendiri itu! aku jadi sungguh nafsu, merasakan anak
lakiku begitu nafsu…… dan dalam keadaan yang seperti itu untuk beberapa
waktu lamanya, hatiku dan hati anak lakiku jadi tergoda hebat,
terangsang hebat dan tersiksa hebat! anakku jadi bertambah berani,
akupun juga bertambah mempermudah anak lakiku untuk berbuat yang lebih
jauh terhadap diri ibu kandungnya ini. dengan sama-sama tidur
bertelanjang bulat……!!!! dan ketika anak laki remajaku sudah tak kuat
lagi menahan nafsu berahinya, ia mulai nekad untuk memperkosaku, ibu
kandungnya sendiri. jelas aku melawan mati-matian tapi keadaanku dan
anak laki remajaku yang sudah sama-sama telanjang bulat, diatas
ranjangku dan pintu kamarku terkunci, diriku pun sudah ditindihinya,
anakku pun sudah dirasuk nafsu iblis, perlawananku jelas percuma dan
sia-sia….. aku kalah! anak lakiku berhasil memperkosaku dengan tuntas,
yaitu sampai dia berhasil membanjiri rahimku dengan air mani spermanya!
padahal malam itu aku sedang dalam masa paling subur! dan anak lelaki
remajaku malam itu malah berhasil mengeluarkan spermanya kedalam rahim
sang ibunda yang sedang subur-suburnya sebanyak 6 kali…..!!!! aku
pingsan beberapa kali….. tapi anak lelaki remajaku tak peduli dan tak
punya rasa kasihan sedikitpun kepada ibunda kandungnya, malam itu dia
benar-benar melampiaskan nafsu binatangnya sepuas-puasnya dan
sejadi-jadinya ke tubuh putih montok sang ibunda kandung, dengan luar
biasa ganas, brutal, liar, dan teganya! menggunakan seluruh tenaga dan
nafsu birahi mudanya yang seperti tak habis-habisnya itu, memperkosa dan
memperkosa dan memperkosa sang ibunda kandung yang pingsan, tersadar
dan pingsan kembali dan tersadar lagi… tetap dan terus ia perkosa dan
perkosa, sampai menjelang pagi hari dan tahu-tahu dia sendiri ambruk
diatas tubuh putih montokku yang sudah bermandikan keringatnya dan
keringatku itu!
dan, aku memang seorang ibu yang bejat! sebab sejak malam aku
diperkosa oleh anak lelaki remajaku itu. aku jadi ketagihan! sehingga
aku mengabaikan dosa, salah, terlarang, dan apa saja yang tidak
mengijinkan diriku untuk tidak mengulang lagi perkosaan anakku kediriku
itu! aku, sang ibunda kandung, yang malah disetiap malam harinya,
memohon-mohon, meminta-minta bahkan malah sudah tanpa punya rasa malu
atau ingat akan harkat dan martabat sebagai seorang ibu, aku, ya aku
mengemis-emis! sungguh aku mengemis-emis pada diri putra remajaku yang
berkelakuan layaknya binatang itu, untuk memperkosa dan memperkosa
diriku…..!!! terus menerus dan minta diperkosa seganas-ganasnya,
sebrutal-brutalnya, setega-teganya dengan tenaga muda yang luar biasa
kuatnya itu tanpa henti…. ya, tanpa henti, meski aku pingsan, sadar,
pingsan kembali dan tersadar kembali…. aku tak peduli… pokoknya perkosa
dan perkosa terus ibunda kandungmu ini, Oooooh anakku, anak laki darah
dagingku! perkosa dan perkosalah terus dengan ganas, brutal dan teganya!
baru ibumu ini puas dan terlampiaskan nafsu birahi ibumu ini….!!!!
ternyata hubungan seks yang seganas dan sebrutal ini yang baru mampu
mempuaskan nafsu seks ibumu…… ibumu bejat??? Ya! ibumu memang seorang
ibu yang bejat luar biasa …..!!!!!
akhirnya, akupun hamil…… dan ketika aku takut dan ingin
menggugurkan kandungan bejatku itu, sudah terlambat, usia kandunganku
sudah 4 bulan, hingga tak ada seorang dokter kandungan yang mau dan
berani mengugurkan kandunganku itu. maka dengan menanggung semua hati
dan perasaan yang kacau balau, cemas dan ketakutan yang teramat sangat,
kulahirkan bayi perempuan cantikku itu dengan selamat dan sehat……
Hanya kini setiap aku memandang anak gadisku yang kini telah tumbuh
sebagai seorang anak gadis remaja yang cantik dan pintar, hatiku terasa
seperti diiris-iris dan disayat-sayat pedihnya, sebab gadis jelita ini
seperti sebuah barang bukti bagi kebejatan seorang ibu baik-baik yang
melakukan dosa terkutuk yang tak terperikan. yang akan membayangi dan
menghantui diriku untuk seumur hidupku.
dan, aku tak berani dan jelas tak berani untuk mengungkapkan siapa
sebenarnya papa kandung biologisnya? masak kakak laki kandung yang
begitu ia sayangi dan hormati mendadak jadi berubah menjadi papa
kandungnya? bagaimana gadis seremaja ini untuk menerima semua fakta dosa
ini? jelas ia akan hancur jiwa dan hatinya….. bagaimana ia akan sanggup
membayangkan mamanya dan kakak lakinya melakukan sebuah hubungan dosa
yang kotor dan menjijikan bahkan sampai membuat ia terlahir oleh
kebejatan mama/anak laki yang se terkutuk itu?
dan, yang membuatku merinding ngeri adalah melihat dan membayangkan
kedekatan gadis remajanya dengan kakak laki/ayah kandung yang begitu
rapat dan lekatnya, kemanjaan sang adik perempuan ke kakak lakinya,
sungguh membuat hatiku tak enak dan cemas, sebab toh mereka lain jenis
dan pergaulan seerat dan serapat itu, rasanya bisa mengundang iblis
untuk ikut campur dan terjadilah dosa-dosa yang tak diinginkan, dan bila
itu terjadi, sungguh merupakan suatu pukulan dan hukuman bagi diriku……
karmaku atas dosa-dosa yang kuperbuat, yaitu, terulangnya kembali
hubungan incest yang kotor seperti yang kulakukan dulu itu dengan anak
laki kandungku sendiri. hanya kini dilakukan oleh anak lakiku sebagai
papa kandung terhadap diri anak gadisnya sendiri…..
Ya, Tuhan, ampunilah dosa-dosaku, jangan kau hukum diriku lagi
dengan cobaan yang sebesar itu, aku pasti tidak akan tahan, dan lebih
baik aku mengakhiri hidupku yang penuh dosa ini, daripada aku disuruh
melihat hasil perbuatan dosaku sendiri ini dengan menyaksikan hubungan
dosa incest antara anak-anakku sendiri yang sebenarnya juga sepasang
papa-anak perempuan sekandung…….!!!
apalagi gejala kearah itu sudah terlihat tanda-tandanya, yaitu aku
memergoki mereka bergumul dalam keadaan yang nyaris bugil di kamar yang
separuh tertutup disaat aku pergi. hanya mereka berkilah mereka cuma
bergumul saking serunya bercanda! hanya instingku sebagai wanita dewasa
berkata lain, tapi apa yang bisa kuperbuat? melarang anak lakiku atau
anak gadisku, pasti akan menimbulkan rasa tak senang dan kecurigaan dari
anak gadisku, maka aku terpaksa diam tak berdaya…….cuma menunggu,
menunggu petir dahsyat yang akan ditimpakan oleh Tuhan kediriku. atau
seperti seorang terpidana mati menunggu hukuman mati itu dilaksanakan
saja.
